PENGELOLAAN LIMBAH CAIR “DESAIN IPAL RUMAH SAKIT”
Disusun oleh: Kelompok 5 1. Berliana Kusumawardani
P2.31.33.0.17.005
2. Dio Rida Ramadhani
P2.31.33.0.17.008
3. Fadhillah Haidi Aziz
P2.31.33.0.17.011
4. Galuh Tri Tunggal dewi
P2.31.33.0.17.013
5. Iyus Anda Rusman
P2.31.33.0.17.019
6. Muhammad Thufail Purnayudha
P2.31.33.0.17.027
7. Tania Saosa Pratiwi
P2.31.33.0.17.040 Tingkat 2 D3 A
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II Jl. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru, Jakarta 11110 Telp. 011.7397641, 7397643 Fax. 011.7397769 E-mail:
[email protected] Website: http://poltekkesjkt2.ac.id
A. Proses Identifikasi Dari hasil analisa kimia terhadap berberapa contoh air limbah rumah sakit yang ada di DKI Jakarta menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa pencemar sangat bervariasi misalnya, BOD 31,52 - 675,33 mg/l, ammoniak 10,79 - 158,73 mg/l, deterjen (MBAS) 1,66 - 9,79 mg/l. Hal ini mungkin disebabkan karena sumber air limbah juga bervariasi sehingga faktor waktu dan metoda pengambilan contoh sangat mempengaruhi besarnya konsentrasi. Secara lengkap karakteristik air limbah rumah sakit dapat dilihat pada Tabel 1.1. Dari tabel tersebut terlihat bahwa air limbah rumah sakit jika tidak diolah sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan. Selain pencemaran secara kimiawi, air limbah rumah sakit juga berpotensi untuk mencemari lingkungan secara bakteriologis. Diagram proses pengelolaan limbah cair pada fasilitas pelayanan kesehatan secara umum dapat dilihat seperti pada Gambar 1.1. Di dalam pengelolaan limbah cair pada fasilitas pelayanan kesehatan, sebaiknya saluran air hujan dan saluran limbah dipisahkan agar proses pengolahan air limbah dapat berjalan secara efektif. Tabel 1.1 : Contoh Karakteristik Air Limbah Rumah Sakit di DKI Jakarta.
Tabel 1.2 : Sumber, Karakteristik Dan Pengaruh Air Limbah
B. Debit Limbah dan Waktu Tinggal kita hanya perlu menghitung total volume tangki kemudian dibandingkan dengan debit hariannya. Sebagai contoh mari kita menghitungnya. Diketahui debit air limbah suatu pabrik adalah 24 m3/day. Dan kolam equalisasi memiliki volume tangki 36 m3. Maka berapakah waktu tinggal air limbah tersebut di dalam tangki ekualisasi? Untuk menjawab pertanyaan diatas tentu sangat mudah sekali, karena kita tinggal membagi volume tangki equalisasi dengan debit harian. Seperti : 36/24 maka akan didapatkan nilai 1,5 yang berarti 1,5 Hari atau satu setengah hari waktu tinggal bagi air limbah
C. Perhitungan Kapasitas Tangki Untuk menentukan kapasitas tangki yang dibutuhkan dalam sebuah bangunan dapat dihitung dengan cara menentukan kebutuhan air dalam setiap harinya dan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Kapasitas = Pemakaian × Jumlah Pemakai Kapasitas
: Jumlah volume yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air
bersih selama 1 hari (liter/hari) Pemakaian
: Jumlah pemakaian air bersih per pemakai dalam 1 hari
(liter/pemakai/hari)* Jumlah Pemakai : Banyaknya pengguna air bersih dalam 1 hari. Satuan pengguna disesuaikan dengan jenis peruntukan bangunan. (Lihat tabel dibawah) Contoh Perhitungan sbb: Kapasitas tangki yang dibutuhkan untuk sebuah rumah mewah dengan penghuni sebanyak 4 orang adalah sbb: Kebutuhan air per orang untuk sebuah bangunan Rumah Sakit Umum adalah 425 liter/tempat tidur pasien/hari Maka dapat dihitung kebutuhan air untuk semua penghuni rumah mewah sbb: Kapasitas tangki = 425 liter/tempat tidur pasien/hari x 4 orang = 1700 liter/hari
D. Perhitungan Kapasitas Aerator 1. Pemisah Lemak / Minyak Bak pemisah lemak yang direncanakan adalah tipe gravitasi sederhana. Bak terdiri dari beberapa ruangan. Kriteria perencanaan : Waktu Tinggal = 2 jam = 120 menit. Volume Reaktor yang Diperlukan = (2/24) hari x 40 m3 /hari = 3,33 m3 Maka dimensi bak pemisah lemak / minyak adalah: o Lebar
= 1,0 m
o Panjang
= 2,0 m
o Kedalaman Efektif
= 1,5 m
o Tinggi Ruang Bebas
= 0,5 m
o Volume Aktual
= 3,0 m3
o Cek Waktu Tinggal
= 3 m3 / (40 m3 /hari) = 0,075 hari = 1,8 jam
2. Reaktor Ekualisasi Waktu Tinggal
= 7 Jam
Vol. reaktor yang diperlukan
= (7/24)hari x 40 m3/hari = 11,67 m3
Maka ditetapkan dimensi bak ekualisasi adalah sebagai berikut : o Lebar
= 2,0 m
o Panjang
= 3,0 m
o Kedalaman air = 2,0 m o Ruang Bebas
= 0,5 m
o Volume Efektif = 12 m3
DAFTAR PUSTAKA file:///C:/Users/user/Downloads/2850-5848-1-SM.pdf http://ciptakarya.pu.go.id/plp/upload/peraturan/pedoman-teknis-ipal-2011.pdf https://www.academia.edu/7340435/KEBUTUHAN_AIR